Penyebab Rumah Berhantu & Solusinya


Hantu ada di sekeliling kita. Di kantor, pabrik, bahkan di rumah tempat tinggal. Terlebih bila rumah kita berada dekat dengan pemakaman kuno. Karena sanak saudara yang telah meninggal atau orang lain yang dikuburkan, disana adalah "tetangga" yang setiap saat bisa "berkunjung". Di Tiongkok bahkan ada istilah "slang" untuk menyebut kuburan yang berarti "klub malam", karena hantu menjadi sangat aktf di malam hari. Rumah tempat tinggal juga akan menjadi tempat yang nyaman bagi para hantu bila di rumah tersebut pernah terjadi pembunuhan. Arwah korban akan menjadi sangat traumatik hingga tidak bisa lepas dari medan magnetik bumi dan tempat pembunuhan tersebut. Bila rumah tersebut dulu dimiliki oleh orang lain, dan telah meninggal, si pemilik lama ini pun bisa saja kembali karena saking cintanya dengan bekas rumahnya.
Rumah yang berada di lokasi yang bersifat "yin" juga berpotensi untuk dihuni para hantu. Lokasi tersebut biasanya mengandung udara lembab, dingin, dan gelap, seperti pinggiran sungai atau lembah-lernhah pegunungan. Lokasi lain seperti rumah sakit, medan perang, candi-candi kuno, rumah tua, gedung bioskop, lapangan untuk eksekusi mati, atau wilayah yang pernah terkena bencana alam, juga sangat ideal ditempati hantu. Bahkan tempat-tempat ibadah seperti kelenteng, kuil, gereja, atau masjid, asal pernah menelan korban jiwa, apapun penyebabnya, bisa menjadi favorit para hantu. Di lokasi-lokasi yang biasa disebut "penjagalan gaib" tersebut, selain akan diganggu langsung oleh penampakan para hantu, penghuni juga bisa mendapat gangguan lain. Gangguan "tidak langsung" ini biasanya berupa perasaan selalu tidak tenteram, sering sakit-sakitan, hilang rejeki, ketidak-harmonisan rumah-tangga, hingga kehancuran berbagai usaha yang dilakukan. Selain karena lokasinya, hantu bisa menetap di tempat tinggal kita, di dalam rumah atau pekarangan, bila kita salah menata rumah tersebut. Baik tata eksterior maupun interiornya. Hantu-hantu yang ada di dalam maupun di luar rumah tersebut terdiri berbagai macam. Sesuai dengan "spesialisasi" gangguan yang didatangkannya. Sama seperti di lokasi "penjagalan gaib", dengan tata eksterior maupun interior yang salah, penghuni rumah juga akan mendapat gangguan langsung atau tidak langsung dari para hantu.

Untuk tata eksterior, tata letak di luar rumah, umumnya berkaitan dengan pohon atau tanaman di halaman. Beberapa jenis tanaman memang mempunyai kemampuan untuk memikat hantu. Ini tidak lepas dari kekuatan aura yang keluar dari pohon atau tanaman tersebut Tanaman-tanaman tersebut antara lain pohon gayam, blimbing wuluh, pandan ri, beringin, pisang pegat, jati emas, sawo besar, sawo kecik, randu, nangka. Bila ditanam di halaman depan, kemampuan tanaman-tanaman ini dalam memikat hantu akan muncul. Lain halnya bila ditanam disamping atau di pekarangan belakang. Maka tak mengherankan, bila seseorang yang memiliki salah satu dari pohon tersebut di halaman depan rumahnya, bisa didatangi sebuah "penampakan". Hantu yang menetap di pohon-pohon tersebut ada berbagai macam, sesuai dengan "spesialisasi" gangguan yang didatangkan dan jenis pohonnya. Selain menampakkan wujudnya, gangguan yang dilakukan biasanya berhubungan dengan nasib buruk si penghuni rumah. Contohnya pisang pegat dan jati mas. Kedua tanaman ini bisa mendatangkan hantu perselingkuhan. Salah satu atau kedua orang dari pasangan tersebut akan berselingkuh, yang berujung pada perceraian. Tapi jangan lantas menebangnya. Karena tindakan itu hanya akan membuat hantu-hantu penunggu menjadi marah dan lebih ganas lagi melakukan teror. Solusi terbaiknya selain selamatan dan doa-doa oleh spiritualis, adalah tanaman pengusir nyamuk. Tanaman semacam lavender atau zodia ini, ditanam di bawah atau di dekat pohon-pohon pemikat hantu tadi. Tanaman yang diambil dari kuburan, kemudian di tanam di areal tempat tinggal, juga tidak baik. Ini sama saja dengan membawa hantu ke rumah.
Tata eksterior lain yang cenderung gampang memikat hantu adalah sumur. Sumur dimaksud, adalah sumur di depan rumah dan sumur yang ditutup atau ditimbun. Termasuk yang hanya ditutup dengan papan dan sejenisnya. Sumur-sumur yang ada di depan rumah, tertutup atau mati seperti ini, selain menutup datangnya rejeki, juga bisa mengundang hantu miskin dan roh-roh penyakit. Pemilik rumah yang memiliki sumur ditutup seperti itu, biasanya selalu sakit-sakitan, sementara rejeki seret datangnya. Bila dibiarkan tanpa ada jalan keluar, tentu akan jatuh miskin, meski sebelumnya dia adalah seorang yang kaya-raya. Maka, sumur sebaiknya jangan sampai di tutup atau ditimbun. Bila memang ingin mematikan sumur, sebaiknya segera dibuatkan gantinya, di samping atau di belakang rumah, yang disertai selamatan dengan sesaji jajan pasar lengkap dan dawet. Dawet ini harus ada, tak boleh lupa.

Untuk tata interior, agar hantu tidak datang ke rumah, yang pertama harus diperhatikan adalah pintu masuk utama. Pintu ini, ukurannya harus proporsional, tidak terlalu besar dan terlalu kecil. Terlalu lebar tidak baik karena akan memudahkan roh-roh masuk dan menetap di dalam rumah. Sedang bila terlalu kecil, bisa menghalangi masuknya keberuntungan. Namun sebelumnya, agar hantu dapat dihadang ketika akan masuk rumah, di atas pintu pagar atau di teras, bisa dipasang lonceng angin. Bisa juga kelontongan sapi yang pernah dipakaikan di binatang peliharaan tersebut. Kedua benda ini sangat ampuh untuk menolak hantu maupun hawa-hawa negatif lainnya. Pintu utama juga tidak boleh sejajar atau berada dalam garis lurus dengan pintu belakang. Posisi seperti ini akan membuat hantu atau roh semakin senang. Hantu-hantu akan lebih mudah keluar masuk ke dalam rumah. Posisi pintu utama dan pintu belakang yang sejajar seperti ini, sedapat mungkin harus dihindari. Ukuran pintu belakang juga harus diperhatikan. Sebaiknya lebih besar dari pintu utama. Pintu belakang yang berukuran besar, lebih besar dari pintu utama, bisa mengundang masuk hawa-hawa baik.

Dengan banyaknya hawa baik yang ada di dalam rumah, maka bisa mengusir dan memusnahkan roh-roh jahat. Sedang bila pintu belakang terlalu kecil, akan mengundang roh-roh pembawa penyakit atau setan penyakit. Akibatnya jelas, pintu belakang yang terlalu kecil bisa menyebabkan penghuni rumah sakit-sakitan. Agar hantu tidak kerasan tinggal di rumah, sebaiknya segala perabotan yang terbuat dari kayu tidak ada mata kayunya. Perabotan semacam ini mempunyai potensi untuk memikat setan bingung. Hantu jenis ini bisa mempengaruhi orang untuk tidak kreatif sehingga mengakibatkan kesengsaraan bagi yang dipengaruhinya. "Kayu bermata" juga tidak baik dijadikan anak tangga. Untuk anak tangga, kayu tersebut bisa dijadikan "rumah" roh pengganggu yang bisa menjatuhkan dan menewaskan pemakainya. Tangga yang rongga bawahnya dibiarkan kosong juga bisa mengundang hantu untuk menghuninya. Maka sebaiknya, rongga ini dimanfaatkan sebagai tempat meletakkan barang seperti buku dan lain-lain. Jam penunjuk waktu yang berukuran besar atau sering disebut jam bandul ding dong atau big ben juga bisa mengundang hantu. Bila diletakkan di tengah-tengah ruang atau rumah, jam yang bisa mengeluarkan suara berdentang ini bisa memikat hantu-hantu ceroboh. Hantu seperti ini cenderung membuat penghuni rumah bingung. Agar potensi buruk itu tidak datang, lebih baik bila penunjuk waktu seperti ini ditempatkan di sudut atau di pojok rumah. Kamar mandi juga bisa mendatangkan hantu bila letaknya menghadap keluar atau ke arah pintu masuk. Dengan posisi seperti ini, hantu yang diundang adalah hantu-hantu pembawa zina. Bila hantu semacam ini sampai menetap di dalam rumah, bisa dipastikan penghuninya akan terlibat perselingkuhan yang tentunya akan mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka. Plafon atau langit-langit rumah juga harus diperhatikan, terutama kebersihannya. Jangan sampai ada kayu atau bekas-bekas material rumah lain berserakan di atasnya. Plafon yang tidak bersih akan menjadi tempat yang nyaman bagi hantu pembawa penyakit. Imbasnya, penghuni rumah akan terjangkit penyakit bisulan, radang paru-paru, dan lain-lain.

Hantu atau setan juga sangat suka berada di ruangan atau kamar tidur yang dindingnya terdapat tonjolan. Sisi yang tidak beraturan ini akan menjadi tempat persembunyian yang aman bagi para hantu. Karena pada dasarnya, hantu menyukai tempat-tempat yang gelap, berceruk, dan kayu yang kurang baik. Maka yang paling baik adalah bila ruangan atau kamar tersebut berbentuk persegi empat. Namun bila kamar atau ruangan tersebut sudah terlanjur memiliki sisi tidak rata, lampu kecil yang selalu menyala dapat menjadi solusinya. Lampu kecil ini sebenarnya juga bisa untuk penerangan. Karena rumah yang terlalu gelap memang menjadi daya tarik setan untuk menghuninya. Karena rumah yang terlalu sempit atau kekurangan tempat, ada sebagian orang yang menempatkan tandon air, ember atau tempayan, di ruang tamu. Padahal penempatan seperti itu tidak baik. Sama saja dengan mengundang setan. Terutama hantu-hantu air pembawa penyakit. Bila ini dibiarkan, kasus seperti pada plafon yang tidak bersih atau pintu belakang yang terlalu kecil, akan terjadi. Sebuah rumah akan menjadi tempat yang nyaman bagi hantu juga karena penghuninya menyimpan barang-barang kuno atau benda antik seperti guci, tempat tidur, meja, kursi, benda pusaka, dan lain-lain. Benda-benda ini bisa menjadi sarana terjadinya transfer energi, biasanya energi-energi jahat, berhawa panas. Benda sejenis, seperti pedang yang diletakkan di ruang tamu, juga membawa pengaruh yang sama. Bahkan bisa mengikis habis rejeki penghuni rumah. Sedang bila ada pohon kaktus di dalam rumah, maka sama saja dengan mengundang setan kerdil. Setan-setan kecil yang sok usil ini siap mengganggu kenyamanan keluarga.

< Info Unik & Misteri

Bagikan artikel ini di: