Cara Melakukan Pelet Melalui Kekuatan Pikiran


Kepercayaan tradisional mempercayai bahwa segala aktifitas perpeletan melibatkan unsur khodam (pembantu gaib). Pelet dengan metode ini akan bekerja begitu cepat. Namun, masa pengaruhnya juga tidak lama. Biasanya hanya 35 hari (sepasar dalam bahasa Jawa). Setelah itu, reaksi pelet mulai menipis dan mendekati hari ke-40, korban mulai netral secara alami, kecuali jika si pelaku pelet melakukan "isi ulang" dengan membaca mantra dan menjalankan tahapan ritual seperti di awal pelaksanaannya dulu. Namun sebagian kalangan tidak begitu meyakini jika kekuatan pelet tersebut hanya melibatkan unsur metafisik semata tanpa bisa dijabarkan dengan pendekatan keilmuan. Dengan membangkitkan kekuatan alam bawah sadar, seseorang bisa mengakses energi yang "bertebaran" di alam semesta ini. Dengan kekuatan alam bawah sadar, seseorang bisa melakukan komunikasi bawah sadar. Yakni mempengaruhi pikiran orang lain tanpa harus berbicara dan dari jarak yang jauh. Dan hal tersebut dilakukan dengan konsepsi cara kerja otak manusia yang bisa mengirimkan energi melalui gelombang pikiran. Komunikasi yang dilakukan dalam jarak jauh tersebut memanfaatkan ruang dimensi subyektif, yaitu dalam alam pikiran bawah sadar melalui gelombang alfa. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya fakta bahwa pikiran manusia saling terhubung oleh gelombang otak dalam dimensi subyektif dan dapat saling mempengaruhi. Komunikasi subyektif dilakukan tanpa bertemu langsung dengan target atau dari jarak jauh. Karena namanya juga komunikasi subyektif maka komunikasinya terjadi di alam subyektif.
KONTAK PIKIRAN
Karena itu untuk melakukan komunikasi subyektif hal pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan kontak pikiran. Setelah terjadi kontak pikiran kita sudah bisa melakukan komunikasi dalam kondisi alfa. Komunikasi subyektif adalah "one way direction" atau komunikasi satu arah sehingga kitalah yang memegang kendali. Dalam komunikasi subyektif kita sendiri yang menentukan apa yang akan kita sampaikan tanpa ada reaksi balik dari target. Seperti apa hasil dari komunikasi itu kita sendirilah yang menentukannya Setidaknya ada empat tahapan langkah dalam melakukan komunikasi subyektif, yakni:

1. Memprogram pikiran bawah sadar untuk menciptakan kontak pikiran dengan target. Komunikasi subyektif diawali dengan kontak pikiran yang dilakukan sesaat sebelum tidur. Pertama-tama tentukan siapa target anda, baik secara pribadi maupun masal. Ini adalah hal yang paling penting, yakni menentukan target. Jadi pelaku komunikasi subyektif harus mengontak target terlebih dahulu dengan cara memprogramkan pikiran bawah sadar sesaat sebelum tidur. Mengapa sesaat sebelum tidur? Karena setelah pikiran bawah sadar diprogram sekarang pikiran bawah sadar akan melaksanakan tugasnya pada saat anda sedang tidur. Mengapa demikian? Karena pada saat tidur pikiran manusia melalui beberapa siklus gelombang otak, beta, alfa, theta dan delta. Dan pada saat tidur pikiran bawah sadar khususnya yang berhubungan dengan dimensi subyektif mengembara. Pada kondisi alfa pikiran bawah sadar anda dengan pikiran target akan bertemu. Dan pada saat itulah terjadi kontak pikiran dengan target anda, dan pikiran bawah sadar anda akan melakukan tugasnya dengan baik. Karena itu kontak pikiran pasti terjadi.

2. Kontak Pikiran Tercipta. Bagaimana anda akan mengetahui bahwa kontak pikiran sudah terjadi? Ketika kontak pikiran terjadi, saat dalam tidur Anda akan terbangun sendiri tanpa ada yang membangunkan. Pastikan anda terbangun bukan karena kebelet pipis, karena bunyi-bunyian, orang membangunkan atau hal lain. Pastikan anda terbangun bukan karena dibangunkan oleh apapun atau siapapun. Itu tandanya anda telah terhubung dengan target yang anda sudah tentukan. Setelah terjadi kontak pikiran lakukan persiapan untuk mempertahankan kotak pikiran tersebut tanpa harus tertidur lagi. Usahakan supaya anda tidak ngantuk dulu selama kurang lebih 15 menit. Karena itu masuklah ke kamar mandi dan basuhlah wajah anda supaya tidak mengantuk. Jika anda sanggup untuk tidak ngantuk untuk sementara pada tahap ini anda dapat masuk ke langkah ketiga.
3. Masuk dalam kondisi alfa dan lakukan komunikasi secara subyektif setelah siap. Duduklan dengan nyaman di tempat tidur anda dengan bersandar. Dan pastikan posisi Anda tidak akan membuat anda tertidur. Masuklah dalam kondisi alfa, pada saat anda sudah mencapai konsentrasi yang diinginkan anda dapat memulai komunikasi. Untuk mencapai taraf ini anda perlu mengatur pernapasan sehingga bisa berkonsentrasi. Setelah mencapai alfa bayangkan anda sedang berhadapan dengan target anda dan lakukan komunikasi. Dalam komunikasi sampaikan siapa anda dan kualitas anda. Dan gunakan formula "win-win solution". Artinya anda mendapat keuntungan dan target anda juga mendapat manfaat dari program anda. Jadi ada beberapa hal yang anda harus sampaikan: Jika anda memasukan semua faktor di atas, komunikasi anda akan berhasil. Target anda akan mengikuti keinginan anda.

4. Langkah selanjutnya adalah mempercepat terwujudnya program anda dengan teknik Imaginasi Kreatif. Setelah berkomunikasi bayangkanlah atau imaginasikanlah secara kreatif apa yang Anda inginkan sudah terwujud. Pikiran bawah sadar akan menjadikan kenyataan apa yang anda yakini sudah terwujud. Pikiran bawah sadar hanya memproses apa yang sementara atau sudah terjadi dalam pikiran. Pikiran bawah sadar tidak memproses kalimat future atau kalimat "akan". Misalnya jika anda memprogram untuk mendapatkan mobil bayangkanlah anda sedang berada dalam mobil dan menyetir atau memparkir mobil anda, dan lain-lain. Bayangkanlah dengan emosi yang sesuai hasil akhir yang anda inginkan. Maksudnya seperti apa anda rasakan pada saat mendapat mobil baru dalam kenyataan, seperti gembira atau senang, perasaan seperti itu juga harus anda bayangkan pada saat melakukan imaginasi kreatif.

Setelah semua langkah di atas anda lakukan, nantikanlah hasilnya dengan keyakinan dan pikiran positif. Setiap kali anda mengingat program anda bayangkanlah atau ingatlah bahwa hasil akhir yang anda inginkan sudah menjadi kenyataan. Yang harus diingat adalah pikiran positif, jadi kalau metode di atas digunakan untuk keperluan pelet tentu ditujukan untuk hal positif, misalnya untuk negoisasi. Jika yang menguasai pikiran negative, akan sulit terlaksana.

< Info Unik & Misteri

Bagikan artikel ini di: