Cahaya Mistis Sebagai Tanda Sebuah Kejadian Atau Perubahan

Selain Wahyu, ada empat macam cahaya yang jatuh dari langit, sedikitnya ada empat cahaya mistis yang diyakini menjadi tanda sebuah kejadian atau perubahan.

Andaru
Umumnya Andaru berwujud sinar berwarna kuning kemilau yang pinggirnya kemerah-merahan, terjadi akibat percampuran manik-manik emas, tembaga, dan timah. Seseorang yang ketiban cahaya Andaru akan menjadi kaya, dengan mendapatkan kelimpahan harta benda yang dapat menyenangkan banyak orang. Pamor kederajatannya juga meningkat tajam, banyak orang akan menyanjung dan sujud hormat padanya. Dominasi pengaruh Andaru dominan pada faktor kebendaan.

Pulung
Cahaya yang jatuh dari langit ini berwarna biru kehijauan. Cahaya tersebut terbentuk dari manik-manik emas dan tembaga. Biasanya seseorang yang kejatuhan pulung hidupnya akan dipenuhi oleh belas kasihan kepada sesama. Banyak orang akan hormat sehingga ia akan disegani. Pulung berkarakter cinta kasih, sehingga jatuhnya pulung akan memilih orang yang menjalani upaya lahir batin atas keprihatinannya mengamalkan cinta kasih kepada sesama, dalam mewujudkan keindahan, ketentraman, dan kedamaian. Amemayu Hayuning Bawana.

Guntur
Cahayanya berwarna ungu, dengan bingkai berwarna merah muda, yang terjadi dari campuran tembaga, garam, dan belerang. Orang yang kejatuhan guntur akan menjadi orang besar oleh karena kekerasan, kebengisan dan ketamakannya. Tingkah lakunya dan gaya kepemimpinannya adalah sangat keras dan membuat banyak orang ketakutan. Guntur berkarakter angkara murka.

Teluhbraja
Sinar yang jatuh dari langit berwarna merah dengan bingkai berwarna biru. Warna ini terjadi akibat pencampuran timah, tembaga, dan belerang. Umumnya melambangkan sifat licik, iri hati, penuh tipu muslihat, serta dorongan kuat untuk mencelakai orang lain. Konon bila pada daerah tersebut kejatuhan sinar yang berwarna merah kebiruan atau teluhbraja, daerah tersebut akan dilanda pagebluk atau bencana yag menyengsarakan banyak orang.

<<< Info Unik & Misteri

Bagikan artikel ini di: