|
Djiamsie
|
|
DJIAMSIE No. 6
Ekor dan kepala hampir serupa.
Tidak dingin pun tidak hangat.
Orang yang berjalan harus segera berhenti.
Demikian pula orang yang hendak menginap harus segera mencari penginapan.
Artinya :
Kesangsian dan kecurigaan dalam hal yang tak berarti selalu akan
menimbulkan perdebatan yang tak berkesudahan. Meskipun hal-hal yang terjadi
didepan mata tak akan tercapai, namun dikemudian hari tentu akan datang waktunya. Ambilah terlebih dahulu yang panjang, kemudian barulah yang pendek. Setelah
awan buyar, barulah muncul sinarnya yang terang akan gilang gemilang pula.
Maksud tegasnya :
Peruntungan (Uang) ada.
Orang dalam perjalanan akan sampai.
Orang sakit selamat.
Apa yang dikehendaki, banyak yang akan terkabul.
Perjodohan tidak jadi.
Gambarnya :
Dalam lingkungan MBWEE-SENG (Bie Sing). Tampak dalam gambar ini dua ekor ular (Lambang
Kesangsian) maka pak tani beserta isteri berhenti sambil berfikir, hendak dibunuh
atau dibiarkan ular itu (menimbulkan perselisihan), karena matahari itu hampir
terbenam maka orang yang melancong itu segera masuk kota untuk mencari
tempat penginapan. Jika hendak membunuh ular terlebih dahulu tentu yang besar
dan panjang dan kemudian yang pendek, maka jika menghadapi hal-hal yang sulit,
hal yang besar atau penting diselesaikan dahulu karena jika yang penting itu
telah diselesaikan dengan sendirinya yang kecil mudah dibereskan. Pak tani
sehabis bercocok tanam (menyebar bibit) dan bibit dirawat dengan betul tentu
hasilnya bagus. Apabila permohonan kita itu diusahakan dengan perbuatan semua
permohonan akan terkabul. Permohonan tanpa usaha tidak akan membawa hasil.
Kembali
|
|
| Copyright © PRIMBON™ - All Rights Reserved |
|